kabarNEWS
Perjalanan Hidup

Cerita Perjalanan Penjual Susu Segar

Penjual Susu Segar” Kurang lebih 16 tahun sudah Saya berjualan Susu Segar di kawasan Palur, Jaten Kra mas jawab si penjual ketika saya bertanya tentang perihal dirinya berjualan ”

Susu Segar aseli Boyolali memang dikenal banyak orang. Tidak hanya di kawasan Boyolali, tapi juga bahkan sampai semenanjung Nusantara. Maka tidak heran bila banyak orang selalu menyempatkan diri menikmati Susu Segar. Nah dari sini lah saya ingin mengangkat sebuah perjalanan hidup dari seorang penjual Susu Segar aseli Boyolali yang memang sudah berpengalaman. Sebut saja namanya Mugiono. Ya, sudah kurang lebih 16 tahun lamanya ia menggeluti bisnis Susu Segar.

Pagi pagi buta sekitar jam 5, ia sudah pergi ke distributor Susu Segar di kawasan Karanganyar untuk mengambil Susu Segar. Kenapa terlalu pagi pak ? saya bertanya. Lalu, ia menjawab. Kalau tidak pagi, saya bisa kehabisan stock buat nanti sore mas. Bisa kita bayangkan, bagaimana perjuangan beliau ketika kita yang asyik masih tidur, ternyata dengan perjuanganya ia rela bangun pagi untuk mendapatkan hak nya. Sehari bisa laku berapa mas, saya bertanya kembali. Paling tidak 4 s/d 8 liter Susu mas. Kalau pas lagi ramai dan tidak hujan, bisa mencapai 8 liter tapi, kalau pas sepi hanya bisa menjual 4 liter jawab si Mug panggilan akrabnya. Berapa harga per gelasnya mas kalau mas menjual ? tanya saya kepadanya. Kalau Susu coklat biasa baik panas atau pakai es, saya menjual Rp 3500,. mas. Tapi kalau Soda Gembira Rp 5000 mas, jawabnya kepada saya. Ya, dinikmati sajalah mas kita bekerja. Suka duka semua juga dari Yang Diatas_red Allah swt. Karena rejeki sudah ada yang mengatur. Selama kita mau berusaha, pasti ada jalan untuk kita mendapatkan rejeki. Yang penting halal, jawab si Mug kembali. Lalu, makanan makanan yang ada di meja sini titipan semua ya mas, kembali saya bertanya. Kalau nasi sambalnya dan gorengan seperti misalkan tempe, tahu, pisang goreng dari mertua saya mas jawabnya. Tapi, kalau sate keong, dll itu titipan dari tetangga jawabnya. Memang disini, Mas Mug tidak hanya menjual Susu Segar saja melainkan ada juga makanan makanan sebagai hidangan pelengkap.Lho, memang tak ada yang bantuin ya mas, kembali saya bertanya. Paling istri saya kalau sore, setelah pulang dari kerja dan terkadang adik ipar saya mas. Tapi, kalau malam ada. Namanya, Sugito Kasno. ( Sugito Kasno adalah lelaki yang tak jauh dari tempat tinggalnya mas Mug dan keluarganya ). Ia membantu saya beres beres kalau mau tutup, jawab si Mug kepada saya. Lalu, saya bertanya lagi. Memang istrinya kerja dimana mas ? Istri saya kerja di sebuah pabrik tekstil di kawasan Kebakramat, Kra mas jawabnya. Sejenak saya merenung, bahwa perjuangan untuk tetap bertahan hidup ternyata tidak mudah dari yang pernah saya bayangkan. Perlu banyak berfikir, berbenah dan berusaha. Karena, kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang dapat menolong diri dan tentunya disamping dengan tetap berusaha, berdoa dan memohon pada Tuhan tentunya.

” Perjalanan hidup, siapa yang tahu selain Tuhan. Tanpa berusaha dan berdoa, semua akan sia sia. Dan dengan kita tetap berusaha, pasti ada jalan untuk menuai sukses nantinya “

About alandfatah

Low profile and Ordinary people

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2012
S S R K J S M
« Feb    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 1,104 hits
%d blogger menyukai ini: